Bismillah “kata-kata yang apabila seorang mengucapkannya tak akan berbahaya baginya dimanapun ia berada ” .........
Lama tak berjumpa wahai kawan, mungkin kalian sudah melupakan ku dengan mimpi-mimpi kalian yang sudah ada di depan . Tapi aku disini duduk didepan laptop sembari mengingat setiap puzzle kehidupan ku yang sekarang telah menyusun jiwa yang belum jelas ini .Dengan tetap menjaga wibawa sedang mata tak kuasa menahan linangnya dan hati yang bergetar kumulai tinta hitam diatas putih ini untuk merangkai kata demi kata membentuk kalimat yang timbul dari sebuah inspirasi untuk memberikan kenangan walau yang kan dikenang tak semanis madu .
Aku mulai mengingat detik demi detik lembaran-lembaran yang pernah kita lalui , walau aku tak selalu ada di setiap lembaran cerita tapi aku selalu berusaha untuk tetap memberikan kehadiran ku dan menyisihkan waktu. Sekarang aku mulai membongkar memori-memori yang ada di kepalaku , satu demi satu ku telaah dan ku ingat apa yang pernah kuberikan kepada kalian.
Sahabat kata hati inilah yang menghantui yang harus kusampaikan walau hanya lewat tulisan. Tak cukup berani aku sampaikan didepan kalian .Teringat perkataan “Jika salah seorang dari kalian mencintai saudaranya hendaklah ia memberitahukkan kepadanya bahwa ia mencintainya.”
Wahai kawan ku yang ku cinta karena Allah , telah kita lewati tahun demi tahun bersama walau terlihat jarak antara masing-masing diantara kita, aku pun menyadari hal itu tak bisa kupungkiri , perlahan tapi pasti rasa hati ingin menyatukan setiap insan yang ada . Kebersamaan-kebersamaan itulah yang terngiang didalam jiwa, setahun terlewati aku tak merasakan kalimat kebersamaan itu muncul . Aku mulai berpikir apakah ini yang dikatakan “masa-masa SMA itu adalah masa yang paling indah” ? Ha ha ha tawa aneh itu muncul menertawai kalimat-kalimat itu.
Untung ada kalian, Iya kalian ! Kalian yang telah membuktikan bahwa SMA itu adalah hal yang terindah “ kebodohan, kekonyolan, kecerian itu yang tak akan terlupa dan terus kubawa “. Cerita hidup yang dapat kubanggakan dimana-mana . Tapi waktu telah memisahkan kita apa hendak dikata , ia tak bisa diulang dan tak bisa dikendalikan seandainya itu bisa aku ingin memutar kembali episode-episode itu ,dimana tak ada kekosongan jiwa selalu ada yang mengisi .
Sahabat, aku begitu bersyukur memiliki kalian yang pernah mengisi setiap waktu dan setiap lembar kehidupan ku aku tak pernah menyesali , walau terkadang sakit hati menghantui tapi tawa dan canda selalu membantah dendam yang ada. Timbul kalimat dalam diri “Sekalipun anak macan bila ia dipelihara oleh seekor kucing maka iya tak akan bisa menjadi raja rimba”. Tapi disini kutelah menemukan kalian para macan yang memilik taring dan kekuatan tak terkalahkan, kalian telah mengajari ku bagaimana cara untuk menjadi seorang raja walau diri masih belajar untuk meraihnya.
Maafkan diriku kawan , aku hanya bisa mengatakannya melalui baris-baris ini bukan aku tak cukup berani tapi terasa amat banyak mulut ini melukai hati ,tangan ini mendzolimi, bahkan janji yang tak tertepati. Mungkin teramat banyak dari kalian yang tersakiti karena lisan ini, karena dusta yang kulontarkan. Maaf bila tangan ini pernah mendzolimi kalian, lupa mengembalikin alat tulis, merusak yang bukan milikku . Maafkan diriku kawan jika kupernah berjanji dan tak ku tepati. Mungkin terkadang diri ini lah yang menggagu kalian hingga kalian sulit untuk menyatu, maafkan aku dan prinsipku . Sungguh diri ini ingin membaur dan larut dalam kebersamaan tapi ku selalu teringat bahwa Alloh selalu mengawasi.
Teringat dengan hadist ->Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Pintu-pintu syurga itu dibuka pada Senin dan Kamis, lalu diampunlah bagi setiap hamba yang tidak menyekutukan sesuatu dengan Allah, melainkan seseorang yang antara dirinya dengan saudara itu ada rasa kebencian -dalam hati, lalu dikatakanlah- yakni Allah berfirman kepada malaikatnya: "Nantikanlah dulu kedua orang ini, sehingga keduanya berdamai kembali. Nantikanlah kedua orang ini, sehingga keduanya berdamai kembali."
Sekali lagi aku memohon maaf kepada mu sahabat ku , sungguh aku takut kepada Alloh jikalau kalian tak memaafkan , lalu bagaimna nanti jika hubungan dengan manusia kan dipertanyakan kawan. Aku tak ingin kita menjadi “air dan minyak” .
Apa hendak dikata kita kan menjalani kehidupan kita masing-masing mencari keping-keping puzzle yang telah ditakdirkan berjuta-juta tahun lamanya. Inilah salam perpisahan dariku jika ku miliki banyak salah mohon dimaafkan, dan jika ku miliki banyak janji dan hutang yang tak terlunasi mohon diikhlaskan.
Kalian telah membawa mimpi kalian masing-masing, yang akan kalian kejar . Kejar dan raihlah sahabat ! Aku ingin mendengar jeritan kesuksesan kalian dari ujung” dunia tempat kalian berpijak . Do’akan lah diriku jua agar aku tetap bisa menaklukkan dunia dengan bekal yang kubawa.
Terimakasih kawan ku, kutunggu kabarmu dikemudian hari dengan kegembiraan dan kebahagian. Semoga kita bisa bertemu lagi tak hanya didunia tapi juga di jannah-Nya. In sya’ Alloh. Aamiin
Semoga ukhuwah dan tali ikatan persaudaraan dan cinta kita bisa tetap terjaga dan tak kan terlupa walau waktu telah menenggelamkannya tapi kuingin kalian tetap menjaganya .
-Dari Sahabatmu “Yang hidupnya hanya untuk yang menghidupkannya dan mati untuk yang mematikannya”- Nuradam Effendy -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar