Jumat, 02 Maret 2012

Rintihan Hati kecil

Bismillah..
Kuawali tulisan dengan ratapan kesedihan d tengah" cuaca hujan yang dingin nya menembus ruangan.
Sahabatku, diriku sangat tersadar dengan seluruh dosa yang pernah ku perbuat. Menyesal diri ini, hancur remuk hati, lemas badan tak berdaya, sedih mengigat setiap detik maksiat.

Satu persatu anggota tubuh yang Kau berikan dengan keadaan bersih lagi suci tanpa dosa dan noda malah ku gunakan untuk memperlancar maksiat.  Mata yang kau berikan dengan keadaan baik ini tak pernah terjaga pandangannya, habiskan untuk nonton bola ,sinetron sedih ala anak anak muda, menangis karena film india yang semua itu tiada artinya untuk-Mu Wahai Rabb-ku .
Kau berikan aku tangan, tetapi Rabb tangan ini kugunakan memegang yang bukan hak nya. Mulut suci yang kau berikan ini aku kotori dengan kata" tak berguna, menyakiti hati hati sahabat sahabat yang tak berdosa. Kaki kuat yang kau berikan, malah kugunakan untuk melangkah yang tak pernah benar arahnya. Maaf Rabb ku :'(

Maafkan diriku ya rabb.
Wahai Rabb ku, yang menciptakan ku, yang memberikan nafas disetiap detik jantungku berdetak, yang masih memberikan kekuatan diriku untuk dapat berdiri tegak menitih ilmu. Bagaimana diriku ini harus menghapus dosa" itu? apakah Kau masih ingin menerima tobat ku ini Rabb ku ? Jika kau tak ingin menerimanya dan memaafkannya, kepada siapa lagikah aku harus bertaubat meminta ampunan :'(

Rabb ku.
Aku takut Ya Rabb dengan dosa dosa ini, hukuman apa yang nanti akan aku terima ? Sedangkan kulit ini terkena duri dan percikan api saja, terasa sakit. Apalagi merasakan panas nya api neraka yang jika kaki menginjak neraka yang paling ringan ini membuat otak mendidih. Takut, lemas, gemetar tubuh ini tak kuasa lagi aku menulis tulisan ini.

Jauhkanlah diri ku ini dari maksiat ya Rabb, dan ampunilah dosa" ku ini, tetapkanlah hati ku di jalan yang haq ,jauhkan dari belenggu dan talbis talbis iblis.

Sahabat ku yang aku cintai karena ALLAH dan RasulNya dan yang kini masih jauh dari maksiat, Jika kau juga mencintaiku maka ingatkanlah aku. Agar aku tidak menjadi orang-orang yang sesat dan merugi.

-Dari Sahabatmu yang Hidupnya hanya untuk yang menghidupkan ia, dan Mati untuk yang mematikan ia (Nuradam Effendy)-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar