Seuntai kata yang kutulis dengan penuh ketenangan, jauh dari keramaian, demi menemukan sebuah kedamaian hati.Aku terpaksa menulis ini karena hati ku sangat tak tenang.
Jika aku telah menemukan kedamaian, tak mungkin akan kutulis kalimat ini dalam paragraf, pasti aku lebih baik untuk memilih tertidur dalam kegelapan. Ungkapan hati kecil yang bingung, bahwasannya diri ini hanya takut kepada Allah, tetapi mengapa tak mengerti ? Bahwa aku takut jatuh dalam lembah kemaksiatan , jika lembah itu berbau pasti tidak akan ada seorang pun yang ingin mendekatinya. Bahwasannya diri ini lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada memilih perasaan yang akan membawa kepada banyak kemudharatan. Coba mengerti, bukan berburuk sangka. Tak perlu kau umbar dan bicarakan, ingat sobat!!
"Janganlah kau makan bangkai saudaramu sendiri".
Sadarlah wahai sahabat, perasaan itu hanya bisa menenggelamkan dan menanam dalam-dalam jiwa , dan menjauhkan dari Allah dan Rasul-Nya serta surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Jika kau baca kalimat ini, cobalah untuk berintrospeksi.
Sebuah syair :
Cinta bagaikan gema, engkau kirimkan kepada orang-orang disekelilingmu, lalu ia kembali kepadamu.
Engkau tebarkan dilingkunganmu, ia kembali kepangkuanmu.
Jadi jangan sampai kau salah memberikan Cinta ini. berikanlah Gema ini kepada Allah dan Rasul-Nya, InsyaAllah karena Cinta yang kau berikan kepada-Nya yang membuat bahagia,untuk menuju kebahagiaan tanpa batas.
Semoga kau membaca nya.
semoga dia bisa mengerti ya. gua yakin kok, dia juga mau yng terbaik untuk elo. yakini aja apa yang terbaik untuk elo :)
BalasHapus